Rumahku, Surgaku
Siapa
tak kenal dengan Jepang. Negara yang telah menjajah Indonesia selama 3.5 tahun
lamanya dan terkenal dengan Romusha, kerja paksa versi Jepang. Oke, well,
pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas soal sejarah penjajahan Indonesia.
Jadi gak usah pasang wajah ngantuk gitu dong.
Jangan
muna! Jika kalian pecinta anime, manga, saya, dorama, tokusatsu, budaya Jepang, atau yaaa Jepangnya
pasti pernah memiliki mimpi untuk tinggal di Jepang atau menikah dengan goretan
pensil atau cosplayer favorit kalian lalu tinggal di Jepang. Indonesia
memang sangat indah, namun bisa tinggal di negara orang sangat jauh lebih indah,
ya kan?
5 Lagu Opening Super Sentai Terbaik versi JFUIN
Yah, tadinya saya ingin menulis review dari
salah satu serial toku yang pernah saya tonton. Tapi, apalah daya, tugas
menumpuk jadinya pesismis bisa selesai on-time kalau misalnya saya mau nulis
review... Lho, kok jadi curhat? :v Ya nggak apa-apa lah sekali-kali :v
Okelah,
kita cukupi OOT kita. Jadi, Super Sentai ini merupakan salah satu sub-genre dari
Tokusatsu. Di Super Sentai, kita bakal disuguhi aksi pertarungan monster dengan
robot raksasa. Selain itu kita bakal disuguhi berbagai macam hiburan lainnya,
salah satunya adalah lagu. Super Sentai juga memiliki lagu pembuka (Opening
Song) yang oke punya. Tapi yang mana sih yang paling bagus? Karena itulah saya
membuat Top List Super Sentai Opening Song versi saya tentunya. Jika kalian
punya rekomendasi sendiri silahkan cantumkan saja di kolom komentar.
[UPCOMING EVENT] Temukan Imajinasimu di Harumatsuri 11 – Present by : FKIP UHAMKA
Sejak tahun 2006
Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang di Universitas Muhammadiyah
Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) telah rutin mengadakan festival kebudayaan Jepang yang
bertajuk Harumatsuri. Harumatsuri yang berarti Festival Musim Semi ini adalah
sebuah event yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan Jepang
kepada masyarakat luas, baik dari segi kebudayaan, pendidikan, kreatifitas, dan
apresiasi seni melalui berbagai lomba, workshop, bazar dan
penampilan-penampilan yang diselenggarakan dalam event tersebut. Mengulang
kesuksesan Harumatsuri di tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Prodi Pendidikan
Bahasa Jepang UHAMKA kembali menghadirkan Harumatsuri ke-11 yang bertemakan “Find
Your Imagination.”
ANIMELO SUMMER LIVE : The Biggest Anisong Concert in The World
Buat para pencinta anime, sountrack merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Kontribusi musisi menggambarkan suatu anime dengan musik merupakan suatu hal yang sangat penting. Kali ini gw miyu bakal membahas mengenai konser anisong yang sudah sangat terkenal di jepang sana.
Animelo
Summer live atau biasa disingkat anisama adalah konser anisong terbesar di
dunia. Sepanjang gw suka anime belom pernah denger konser anisong yang lebih
besar dari ini. Konser yang berlangsung selama 3 hari, ditonton lebih dari
85.000 penonton dan diisi lebih dari 60 line up artist tiap tahunnya merupakan
agenda rutin yang biasanya berlangsung setiap bulan Agustus.
Dunia kreatif tanpa batas : Welcome to Fantasy World of Doujin Music
Musik
merupakan sesuatu yang sudah tidak bisa dipisahkan dan menjadi bagian dari
hidup kita. Saat galau, senang, dan susah musik menjadi suatu hiburan
tersendiri bagi kalian yang jiwa -jiwa yang sepi (apa sih!?*abaikan penulis
yang sedang bergeser jiwanya dimalam minggu ini) termasuk kalian J-lovers
mungkin saja HP atau PC kalian bakal gersang tanpa adanya music-music seperti lagu
J-pop/rock, Sountrack anime, dorama, sampai insert song di playlist kalian. Nah
kali ini Saya akan membahas musik yang akhir-akhir ini menggelitik imajinasi
dan jiwa saya ketika mendengarnya. Yap, Doujin
Japanese joke? Why not!
Percakapan adalah suatu kebutuhan yang sangat
mendasar bagi manusia, dengan adanya percakapan manusia dapat menjalin
pertemanan, persahabatan, perkawinan, persalinan, perempatan, dan per-per yang
lainnya. Tidak bisa dibayangkan jika manusia tidak bisa berkomunikasi satu sama
lainnya akan terjadi kerusuhan, jadi diperlukan percakapan secara konstan agar
mencapai kondisi prima sehingga jikalau pergi kerja bisa mendapat promosi
#KebanyakanMainTheSims #GamerKronis #RIPRevolusiMental.
*Perubahan gaya tulisan diatas disebabkan karena
penulis abis baca novel berat*
Mari Berpedekate Ria dengan Anime
Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir setiap penghuni
muka bumi ini mengetahui apa itu anime, sekalipun mereka tidak terjun ke dalam
dunianya. Anime dapat dibilang sebagai salah satu daya tarik dari negeri Sakura, karena pada dasarnya mereka jadi menyukai Jepang, entah itu budayanya, bahasanya,
atau tempat wisatanya.
Anime atau dituliskan
dalam katakana アニメ dibaca animé, namun sayangnya, berkat kesotoyan kenyamanan dalam melafalkan, Indonesia memiliki beragam macam dalam menyebut
kata animé. Misalnya saja anime, animu, a-nim, dan e-nim. Tentu saja hal ini
sama sekali tidak masalah. Namun, diharapkan setelah membaca ini kalian jadi
bisa melafalkannya dengan baik, yang berarti juga kalian sudah lebih dekat
dengan animé atau bisa dikatakan pedekate kalian sukses.
Kata animé berasal dari animation dan berkat pronunciation
orang Jepang yang Masya Allah sekali, animation ini jadi disebut
anima-shon. Lalu akhirnya orang Jepang pada tahun 1970 menyebut karya
animasinya sebagai animé.
Animasi itu sendiri muncul ke dunia pada abad ke-20.
Saat itu, para pembuat film mengeksperimenkan teknik animasi yang sudah ada di
Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan Russia. Lalu animasi atau animé di Jepang
lahir pada tahun 1913 setelah First Experiments in Animation yang
dilakukan oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro. Pada
tahun 1917, Oten Shimokawa membuat animé pertama yang mendapat gelar “The
First” dengan judul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki. Tidak dapat
dipungkiri bahwa teknologi adalah segalanya, terbukti dari animé pertama ini,
Oten-san menyelesaikannya dalam kurun waktu 6 bulan hanya untuk animasi yang
berdurasi 5 menit dan bahkan bisu atau tidak memiliki suara. Mengikuti karya
Oten, Seitaro Kitayama pada tahun 1918 menyusul dengan animé Namakura Gatana
(sempat disebut sebagai “The First” karena kesalahan dalam penelitian),
Urashima Taro, Saru Kani Kassén, Momotaro, dan Taro no Banpei. Namun sayangnya,
akibat gempa bumi di Tokyo pada tahun 1923, catatan tentang animé Taro no
Banpei ini hilang. Selain Oten dan Seitaro, ada juga beberapa animator lain,
yaitu Junichi Kouichi (Hanahekonai Meitou no Maki, 1917), Sanae Yamamoto (Obasuteyama,
1924), Noburo Ofuji (Saiyuki, 1926 dan Kujira, 1927), Yasushi Murata (Dobutsu
Olympic Taikai, 1928). Pada 1931, muncul animé pertama yang mempunyai sekuel yaitu
Sarugashima (1930) dan kelanjutannya yaitu Kaizoku-bune.
Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki.
Tentang seorang samurai yang sedang mengetes pedangnya dengan suatu target.
Tentang seorang samurai yang sedang mengetes pedangnya dengan suatu target.
Namakura Gatana.
Tentang pedang yang membosankan.
Urashima Taro.
Tentang cinta seorang nelayan pada seorang putri.
Saru Kani Kassen.
Tentang pertarungan antara seekor kera dan kepiting.
Chikara to Onna yo no Naka.
Tentang suami yang takut istri namun berselingkuh dibelakangnya.
Amerika yang pada tahun 1927 telah berhasil membuat
animasi dengan menggunakan background musik diikuti oleh Jepang dengan menghadirkan
animé Kujira karya Noburo Ofuji pada tahun yang sama. Tak puas dengan Kujira,
Ofuji meluncurkan Kuro Nyago yang dapat berbicara pada tahun 1930 dengan durasi
90 detik. Kenzo Masaoka yang merasa kurang puas dengan animé-animé yang telah
ada, pada tahun 1932 atau sebelum Perang Dunia II Masaoka menggunakan optic
track pada animénya, Chikara to Onna no Yononaka.
Dalam tahun 1943 Masaoka bersama
dengan seorang muridnya, Senoo Kosei, membuat kurang lebih lima episode animé
berjudul Momotaro no Umiwashi (Momotaro, the Sea Eagle). Animé yang ditayangkan
ini merupakan animé Jepang pertama dengan durasi lebih dari 30 menit (short
animated feature film). Mendekati akhir dari Perang Pasifik, yaitu pada
bulan April 1945, Senoo telah membuat dan menampilkan kurang lebih sembilan
episode animé yang merupakan karya besarnya, Momotaro: Umi no Shinpei
(Momotaro: Devine Soldier of the Sea). Animé ini merupakan animé Jepang pertama
yang berdurasi panjang, yaitu sekitar 72 menit (animated feature film).
Keduanya adalah animé propaganda yang mengadaptasi dari cerita legenda terkenal
Jepang, Momotaro, dan merupakan salah satu dari animé terpopuler pada masa
tersebut. Noburo Ofuji juga
pernah mencoba membuat animé yang berwarna. Pada saat itu ia membuat animé Ogon
no Hana (1930) dengan hanya 2 warna, tetapi tidak pernah dirilis. Animé pertama
yang dirilis dengan warna baru muncul lama setelah itu yaitu Boku no Yakyu
(1948) karya Megumi Asano.
Setelah Perang Dunia II, industri animé
dan manga bangkit kembali berkat Osamu Tezuka. Tezuka yang dijuluki “Godof Manga” ini pada saat itu baru berusia sekitar 20 tahun, dengan karyanya
Shintakarajima yang terinspirasi dari kartun Disney (1947) ini dalam beberapa
tahun saja menjadi sangat terkenal. Ketika
habis masa kontraknya dengan Toei pada tahun 1962, Tezuka kemudian mendirikan Osamu Tezuka Production Animation
Departement, yang kemudian disebut dengan Mushi Productions dengan produksi
pertamanya film pendek berjudul Aru Machi Kado no Monogatari (1962). Produk
Mushi Production yang terkenal adalah Tetsuwan Atom (Astro Boy). Namun Tetsuwan
Atom bukanlah animasi televisi buatan lokal pertama yang ditayangkan. Tetsuwan
Atom merupakan animé TV seri pertama dengan durasi 30 menit yang sukses go
international.
Astro Boy.
Tentang robot yang mempunyai kekuatan luar biasa.
Ya, berhubung kemageran lagi mampir, kita sudahi dulu pedekate-nya. Pedekate mulu, get a life dulu kali. Jadi, hikmah yang dapat kita ambil adalah mari kita juga berusaha dalam menekuni sesuatu, jika ada niat ya pasti ada niat. Mari Berpedekate Ria akan hadir lagi dengan tema yang berbeda.
Jadi sampai jumpa di Mari Berpedekate Ria lainnya :).
Ditulis oleh : Intan Maryam Safitri (@intanmarsjaf) - Div. Kepenulisan JFUIN
Langganan:
Postingan (Atom)













