Rumahku, Surgaku

07.35.00
Siapa tak kenal dengan Jepang. Negara yang telah menjajah Indonesia selama 3.5 tahun lamanya dan terkenal dengan Romusha, kerja paksa versi Jepang. Oke, well, pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas soal sejarah penjajahan Indonesia. Jadi gak usah pasang wajah ngantuk gitu dong.
Jangan muna! Jika kalian pecinta anime, manga, saya, dorama,  tokusatsu, budaya Jepang, atau yaaa Jepangnya pasti pernah memiliki mimpi untuk tinggal di Jepang atau menikah dengan goretan pensil atau cosplayer favorit kalian lalu tinggal di Jepang. Indonesia memang sangat indah, namun bisa tinggal di negara orang sangat jauh lebih indah, ya kan?




Pasti kalian bertanya-tanya, mengapa judul artikelnya “Rumahku, Surgaku”? Jika kalian tidak bertanya, ya gapapa karena ini adalah basa-basi yang biasanya dibuat penulis.

Jepang merupakan salah satu negara maju yang teknologi dan pendidikannya nomor satu.  Itulah mengapa banyak orang ingin tinggal di sana, karena kehidupan kalian akan terjamin asiknya. Selain itu, Jepang memiliki banyak tempat wisata yang wajib dikunjungi seperti Okinawa Churaumi Aquarium, Jigikudani Monkey Park, Tokyo Disneyland, Golden Pavilion, Zoorasia, Gunung Fuji. Lalu kita juga bisa menikmati bunga sakura bermekaran salah duanya di Tetsuga no Michi, Kyoto dan Shinjuku Gyoen, Tokyo. Kita pun dapat mengunjungi beberapa tempat keren yang gratisan. Ada Dotonbori, Fushimi Inari, Asakusa, Tokyo Imperial Palace, dan masih banyak lagi. Keren banget deh. Belum lagi bisa berkesempatan buat ketemu cosplayer-cosplayer favorit, dedek-dedek lucu, dan mas-mas ikemen. Paket lengkap banget deh.

Gunung Fuji

Okinawa Churaumi Aquarium

Tokyo Disneyland

Golden Pavillion

Jigokudani Monkey Park

Dotonbori, Osaka

Fushimi Inari

Tetsuga no Michi

Tokyo Imperial Palace

Zoorasia

Shinjuku Gyoen

Asakusa, Tokyo


Namun, untuk tinggal di negara maju, apalagi ketika kita awalnya berada di negara berkembang, termasuk hal tersulit bukan versi on the spot. Jadi, hal pertama yang harus kita punya untuk tinggal di Jepang adalah niat. Seperti hadits Rasulullah:

إنما الأ عمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى
Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. (HR Bukhari & Muslim)
Jika niat kita bagus, maka kita akan dapat dimudahkan untuk tinggal di Jepang. Masya Allah. Ya tolong please, jangan udahan dulu baca artikelnya.

Kedua adalah uang. Aku tanpamu, butiran debu. Begitu ucap Rumor yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan artikel ini. Untuk pergi ke Jepang, kita butuh biaya yang tidak sedikit. Salah satunya ketika kita memilih tempat untuk tinggal. Umumnya, harga apartemen (kamar sewaan) dipengaruhi oleh tiga hal seperti lokasi, jarak ke stasiun, dan umur bangunan. Dan biasanya, selain kita perlu membayar biaya sewa kamar, kita perlu membayar beberapa biaya tambahan seperti key money, jaminan asuransi kerusakan, komisi agen dan lain lain yang kira-kira hampir sama dengan biaya sewa kamar tiga bulan. Namun, ada beberapa tempat di mana uang tersebut akan dikembalikan ketika masa sewa kita habis (bacaselengkapnya di sini). Ada juga Sakura House yang menyediakan tempat tinggal bersama khusus Muslim gitu. Cocok banget buat kalian yang masih baru ke Jepang dan Muslim. Oh iya, karena ini tempat bersama, fasilitas juga bersama, dan biayanya gak bikin mati bersama alias Alhamdulillah besok masih bisa makan. Intinya kita harus pandai-pandai memilih tempat. Gak perlu bagus, yang penting nyaman dan gak akan ninggalin pas lagi sayang-sayangnya.

Bukan cuma untuk sewa atau beli tempat, kita juga butuh uang untuk membeli makan dan kebutuhan sehari-hari kita. Jadi, biasakan untuk hemat kalo gak mau hidup susah.





Yang ketiga adalah bahasa. Orang Jepang sangat menghargai dan mencintai bahasanya sendiri. Kebanyakan dari mereka berbahasa Jepang. Juga, sangat jarang warga Jepang yang bisa bahasa Inggris. Jadi, kita harus rajin-rajin belajar bahasa Jepang kalo emang pengen tinggal di Jepang.

Kemudian yang keempat adalah membiasakan diri untuk menjadi orang rajin. Apa maksudnya? Seperti yang telah kita ketahui, negara Jepang adalah negara maju, itu disebabkan warganya selalu disiplin dan tepat waktu dalam melakukan apapun, sehingga Jepang dapat memenuhi kriteria untuk menjadi negara maju. Ketika kita bekerja di Jepang, kita akan dituntut untuk datang tepat waktu tapi kita tidak akan bisa pulang tepat setelah jam kerja habis. Kita akan dicap sebagai karyawan yang tidak berarti bagi perusahaan dan ditubirin sama temen sekantor jika pulang tepat waktu. Kebiasaan orang Indonesia yang sering ngaret tapi pengen pulang cepet, cuma bakal menghambat kehidupan kita yang tentram di Jepang.

Selanjutnya adalah siapkan mental. Sering kita dengar bahwa orang Jepang itu ramah, terutama pada wisatawan asing. Meski begitu, ternyata sifat individualis mereka sangat kuat, bahkan pendidikan di Jepang pun mengajarkannya melalui tugas presentasi kelompok (baca selengkapnyadi sini).  Jangankan berteman dengan orang asing yang tinggal di Jepang, orang Jepang bahkan hanya mempunyai teman dekat yang bisa dihitung jari. Namun, ketika mereka mulai akrab dengan orang lain, mereka tak segan-segan untuk melakukan apapun demi orang yang telah dianggap akrab. Jadi, kita harus sabar menhadapi sifat individualis mereka yang tinggi.

Intinya adalah dimanapun kita hidup kita harus bisa beradaptasi, baik dari sisi materi maupun sifat. Buat tempat tinggalmu sederhana, indah, dan penuh kebahagiaan. Yaaaa walaupun isi artikelnya sedikit/? melenceng dari judul, yang penting adalah shalat 5 waktu jangan ditinggalkan.

Jadi, sudah berapa persen kesiapan kalian untuk mengajak saya tinggal di Jepang?



 Ditulis oleh : Intan Maryam Safitri (@intanmarsjaf- Div. Kepenulisan JFUIN

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
Akarui Cha
AUTHOR
6 Mei 2016 pukul 08.23 delete

Wahhh aku berapa ditanyain lagi sama blog post ini nih. Ya ampun, udah lama banget aku punya impian untuk tinggal di Jepang tapi belum juga kesampean. Mungkin aku perlu memperbaiki diri nih.

Reply
avatar